Langsung ke konten utama
Dari postingan terakhir di blog ini, tanpa terasa kurang lebih 8 tahun blog ini dibiarkan sendirian di jagat maya ini. saya sebagai Tuhannya ini blog, merasa malu sendiri ketika seorang kawan menanyakan, "masih menulis sob"?. "hehhe" hanya itu yang keluar dari mulut ini. Setelah melakukan tracking jejak digital untuk menemukan password, yang Alhamdulillahnya berhasil, maka kemudian saya menulis ini.

Banyak hal yang terjadi 8 tahun terakhir, saya menikah dan punya anak (dengan wanita, tentunya) presiden berganti, seseorang dari kalangan rakyat biasa, yang tidak memiliki trah darah biru, bukan Jendral, memimpin Indonesia. luar biasa kepopulerannya.

Dengan postingan baru ini, nantinya (saya mencoba meneguhkan diri) untuk terus menulis, paling tidak di blog ini. layak atau tidak mungkin kalianlah yang akan menilai. Mohon doanya, semoga kali ini saya Istiqomah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SQL Injection and Oracle

SQL injection techniques are an increasingly dangerous threat to the security of information stored upon Oracle Databases. These techniques are being discussed with greater regularity on security mailing lists, forums, and at conferences. There have been many good papers written about SQL Injection and a few about the security of Oracle databases and software but not many that focus on SQL injection and Oracle software. This is the first article in a two-part series that will examine SQL injection attacks against Oracle databases. The objective of this series is to introduce Oracle users to some of the dangers of SQL injection and to suggest some simple ways of protecting against these types of attack. Oracle is a huge product and SQL injection can be applied to many of its modules, languages and APIs, so this paper is intended to be an overview or introduction to the subject. This two-part series is not intended as a detailed treatise of how to SQL inject an Oracle database, nor i...

Perusahaan Selain Pertamina Boleh Jual Premium

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) mengungkapkan, badan usaha di luar PT Pertamina (Persero), seperti Shell dan Petronas, kini dimungkinkan menjual bensin setara premium berangka oktan 88. Menurut Anggota BPH Migas Agus Budi Hartono di Jakarta, Jumat (26/12), hal tersebut dimungkinkan menyusul harga bensin oktan 88 di pasar internasional yang rendah sekarang ini. "Aturan yang ada sudah membolehkan badan usaha menjual bensin berangka oktan 88. Jadi, kalau Shell atau Petronas bisa jual Rp 5.000 per liter atau di bawahnya, boleh saja," katanya. Namun, menurut dia, badan usaha tersebut tidak memperoleh dana subsidi seperti halnya PT Pertamina (Persero) yang sudah ditunjuk sebagai satu-satunya perusahaan yang berhak menjual BBM bersubsidi di seluruh Indonesia. Artinya, lanjut Agus, harga bensin 88 yang dijual Shell atau Petronas merupakan harga keekonomian. Ia mengatakan, dengan semakin banyak badan usaha yang menjual bensin 88 maka konsumen bisa memiliki altern...

Punya Nama Besar

“Gajah mati meninggalkan gading, manusia mati menggalkan nama”. Tak pelak Soeharto sebagai sebuah nama terus menimbulkan pro dan kontra. Namanya terus menghiasi media massa berikut dengan segala kontroversinya. Muali dari kejatuhannya, sakitnya di RSPP, sampai kematiannya dan mungkin sampai hari kiamat namanya akan terus bergaung. Begitu berartikah punya nama besar? “Nama besar” adalah sebuah parodi didalam kehidupan manusia, sejak dahulu kala orang yang mempunyai nama besar, tak lepas dari kehidupan ekonomi politik yang meterbelakangi kehidupannya, namun nama besar banyak di dapatkan justru setelah kematian si empunya nama. Ada yang mendapat nama besar karena maha karyanya, menemukan sesuatu atau punya referensi yang jelas yang akan membuat nama itu menjadi besar. Kita dapat ambil satu cuntoh, Galileo adalah seorang yang mempunyai nama besar ketika di menemukan beberapa hukum alam, yang justru banyak ditentang sewaktu ia hidup, namun setelah dia mati, ...